Senin, 19 Zulhijjah 1441 H / 10 Agustus 2020

3 Fungsi Bintang di Langit Menurut Alquran dan Hadits

Ketika Islam datang, Islam tidak merestui pendapat tersebut. Karena itu ilmu perbintangan (astrologi bukan astronomi) dimasukkan oleh Nabi sebagai bagian dari ilmu sihir.

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:

 مَن اقتبَسَ شُعبةً مِن النُّجومِ، فقدِ اقتبَسَ شُعبةً مِن السِّحرِ، زاد ما زادَ.

Barang siapa yang mempelajari satu ilmu dari bintang-bintang (astrologi), maka dia telah mempelajari satu bagian dari sihir. Sihirnya akan bertambah dengan berambahnya ilmu perbintangan itu.

 

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Malik, dan Imam An-Nasa’i dijelaskan, sahabat Nabi yakni Zain bin Khalid Al-Juhani pernah berkata:

صَلَّى لَنَا رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ بالحُدَيْبِيَةِ علَى إثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلَةِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ أقْبَلَ علَى النَّاسِ، فَقالَ: هلْ تَدْرُونَ مَاذَا قالَ رَبُّكُمْ؟ قالوا: اللَّهُ ورَسولُهُ أعْلَمُ، قالَ: أصْبَحَ مِن عِبَادِي مُؤْمِنٌ بي وكَافِرٌ، فأمَّا مَن قالَ: مُطِرْنَا بفَضْلِ اللَّهِ ورَحْمَتِهِ، فَذلكَ مُؤْمِنٌ بي وكَافِرٌ بالكَوْكَبِ، وأَمَّا مَن قالَ: بنَوْءِ كَذَا وكَذَا، فَذلكَ كَافِرٌ بي ومُؤْمِنٌ بالكَوْكَبِ

Rasulullah SAW mengimami kami sholat subuh di Hudaibiyah setelah pada malamnya hujan turun. Seusai sholat, beliau mengarah kepada hadirin dan bersabda: ‘Tahukah kamu sekalian apa yang difirmankan (Allah Sang Pemelihara) kepada kamu?” Maka mereka pun menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah pun menjelaskan (dengan berkata): ‘Allah berfirman: ‘Pagi ini ada hambaKu yang percaya pada-Ku lagi kafir, ada juga kafir dan percaya. Adapun yang berkata: kami memperoleh curahan hujan berdasarkan anugerah Allah dan rahmatNya, maka itulah yang percaya pada-Ku serta kafir terhadap bintang. Sedangkan yang berkata: ‘Kami memperoleh curahan hujan oleh bintang ini dan itu maka itulah yang kafir pada-Ku dan percaya pada bintang’.

Selain itu, Rasulullah juga mengingatkan bahwa barang siapa yang berkunjung kepada peramal dan bertanya sesuatu kepadanya (dan dia membenarkannya), maka sholatnya tidak diterima Allah selama 40 hari. Hal itu sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dan Ahmad melalui Abu Hurairah.

Para ulama dan kalangan agamawan Islam tidak berbeda pendapat dalam menetapkan kekufuran siapa yang percaya bahwa binya adalah Tuhan untuk dipuja maupun tidak. Mereka juga bersepakat bahwa kufur hukumnya bagi yang mengajukan permohonan kepada bintang.

Adapun yang mempercayai bahwa aktivitas manusia sangat dipengaruhi oleh bintang-bintang sangat tidak direstui dalam Islam. Meski ulama tidak menilainya sebagai sebuah kekufuran. Namun demikian, hal itu merupakan suatu kemungkaran dan kebodohan yang seharusnya tidak menyentuh seorang Muslim.

Dalih bahwa potensi bintang-bintang dalam melahirkan peristiwa terjadi jika memenuhi sekian syarat tertentu, tidak mengurangi pandangan negatif ulama dan pemikir Islam terhadap astrologi dan peminat-peminatnya. (rol)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Tafakur Lainnya

Trending